Showing posts with label MICROSOF OFFICE WORD. Show all posts
Showing posts with label MICROSOF OFFICE WORD. Show all posts

Makalah Kepala Sekolah Sebagai Edukator

5:00:00 AM 0


BAB II
PEMBAHASAN
Kepala Sekolah Sebagai Educator (Pendidik) 
Upaya-upaya yang dapat dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerjanya sebagai educator, khususnya dalam peningkatan kinerja tenaga kependidikan dan prestasi belajar peserta didik dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Pertama; mengikutsertakan guru-guru dalam penataran-penataran, untuk menambah wawasan para guru. Kepala sekolah juga harus memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan belajar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Misalnya memberikan kesempatan bagi para guru yang belum mencapai jenjang sarjana untuk mengikuti kuliah di universitas terdekat dengan sekolah, yang pelaksanaannya tidak mengganggu kegiatan pembelajaran. Kepala sekolah harus berusaha untuk mencari bea peserta didik bagi para guru yang melanjutkan pendidikan, melalui kerjasama dengan masyarakat, dengan dunia usaha atau kerjasama lain yang tidak mengikat. 
Kedua; kepala sekolah harus berusaha menggerakkan tim evaluasi hasil belajar peserta didik untuk lebih giat bekerja, kemudian hasilnya diumumkan secara terbuka dan diperlihatkan di papan pengumuman. Hal yang bermanfaat untuk memotivasi para peserta didik agar lebih giat belajar dan meningkatkan prestasinya. 
Ketiga; menggunakan waktu belajar secara efektif di sekolah, dengan cara mendorong para guru untuk memulai dan mengakhiri pembelajaran sesaui waktu yang telah ditentukan, serta memanfaatkannya secara efektif dan efisien untuk kepentingan pembelajaran.
Kepala Sekolah sebagai pendidik mempunyai tugas 7 aspek penting yaitu  mengajar di kelas, membimbing guru, membimbing karyawan, membimbing siswa, mengembangkan staf, mengikuti perkembangan IPTEK, dan memberi contoh  Bimbingan Konsling / Karier yang baik.

1.      Mengajar  di Kelas.
      Di Sekolah Negri, Kepala Sekolah diwajibkan mengajar minimal 6 jam pelajaran per minggu di kelas.  Di YBHK,  mengingat Wakil Kepala Sekolah hanya satu atau dua saja maka Kepala Sekolah tidak diwajibkan mengajar minimal 6 jam di Kelas. Meski pun demikian, ada juga Kepala Sekolah di Lingkungan YBHK yang mengajar lebih dari 6 jam pelajaran per minggu.
       Walaupun Kepala Sekolah tidak diwajibkan mengajar,  hendaknya Kepala Sekolah menyadari bahwa  pada waktu-waktu tertentu ia perlu masuk ke kelas-kelas untuk berinteraksi dengan peserta didik agar mengetahui dengan jelas perkembangan situasi dan kondisi kelas per kelas di sekolahnya.  Kepala Sekolah tidak wajib mengajar tetapi, Wakil Kepala Sekolah wajib mengajar 10 jam per minggu.

2.      Memberikan Bimbingan Kepada Para Guru
     Tugas Kepala Sekolah di dalam membimbing para guru meliputi menyusun program pengajaran dan BK,  melaksanakan program pengajaran dan BK, mengevaluasi hasil belajar dan layanan BK, menganalisis hasil evaluasi belajar dan layanan BK, dan melaksanakan program pengayaan dan perbaikan.   

3.      Memberikan Bimbingan Kepada Karyawan
     Tugas Kepala Sekolah di dalam membimbing karyawan meliputi penyususnan program kerja dan pembagian tugas TU, pesuruh, satpam, UKS, tukang, dan laboran.  Para karyawan tersebut dipantau dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.  Melaui pemantauan tersebut mereka dievaluasi  dan dikendalikan kinerejanya secara periodik.

4.      Memberikan Bimbingan Kepada   Siswa
     Tugas Kepala Sekolah di dalam membimbing para siswa telah banyak diserap oleh guru bidang studi, guru BP,  wali kelas, dan pembina OSIS.  Tetapi tidak boleh lupa bahwa tugas membimbing para siswa itu adalah tanggungjawab Kepala Sekolah.  Pembinaan Kepala Sekolah yang lebih khusus terhadap siswa adalah memantau kegiatan ekstrakurikuler dan mengikuti  lomba di luar sekolah.

5.      Mengembangkan Staf
      Tugas Kepala Sekolah di dalam mengembangkan staf dapat dijalankan melalui  pendidikan dan pelatihan staf, pertemuan sejawat staf,  seminar, diskusi, lokakarya,  penyediaa bahan bacaan dan media elektronik.  Selain itu, pengembangan staf bisa juga melalui pengusulan kenaikan jabatan melalui seleksi menjadi Kepala TU, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Lokasi Satpam / Pesuruh, dan sebagainya.

6.      Mengikuti Perkembangan IPTEK
     Tugas Kepala Sekolah di dalam mengembangkan dirinya sendiri untuk mengikuti perkembangan IPTEK dapat dilakukan dengan ikuit pelatihan, MKKS, seminar, lolalarya, diskusi, media elekteronik, atau bahan bacaan lainnya..   Sesungguhnya,  bila staf lebih menguasai IPTEK dibandingkan  dengan Kepala Sekolah maka, wibawa Kepala Sekolah itu turun, atau lebih jelek lagi kalau Kasek itu dipermainkan oleh staf karena ketidaktahuannya tentang IPTEK.

7.      Memberi Contoh Bimbingan Konseling / Karier
     Tugas Kepala Sekolah di dalam memeri contoh Bimbingan Konsling / Karir  dapat dilakukan lewat program layanan BK langsung kepada siswa.  Selain itu,  bisa juga memberi bimbingan kepada siswa melalui  guru BP. Artinya, guru BP harus diberdayakan dengan memberikan saran, menggerakkan, memantau, dan memberikan reward and punishment atas apa yang dia kerjakan dalam  30 jam pelajaran per minggu. Guru BP harus mengetahui setiap siswa dalam kelas-kelas yang dipercayakan menjadi bimbingannya mengenai berapa hari siswa tertentu sudah tidak hadir sekolah, mencari tahu mengapa tidak hadir di sekolah. Siapa yang berpacaran dengan siapa, membuat analisa penjurusan dan gejala narkoba, merekap absensi siswa menjelang pengisian raport, dan sebagainya.
Dalam implementasi MBS, kepala sekolah merupakan “the key person” keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Ia adalah orang yang diberi tanggung jawab untuk mengelola dan memberdayakan berbagai potensi masyarakat serta orang tua untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah. Oleh karena itu dalam implementasi MBS kepala sekolah harus memiliki visi, misi, dan wawasan yang luas tentang sekolah yang efektif serta kemampuan profesional dalam mewujudkannya melalui perencanaan, kepemimpinan, manjerial, dan supervisi pendidikan. Ia juga dituntut untuk menjalin kerjasama yang harmonis dengan berbagai pihak yang terkait dengan program pendidikan di sekolah. Singkatnya, dalam implementasi MBS kepala sekolah harus mampu berperan sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator, dan motivator pendidikan (EMASLIM)
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Akhirnya dari pembahasan di atas maka, penulis akan menyimpulkan, antara lain:
1.      Bahwa kepala sekolah selaku educator memiliki fungsi subtansi yaitu menciptakan siswa yang intelektual.
2.      Kepala sekolah selaku educator juga mendidik dari berbagai jenis kalangan utamanya yang berada di lingkungan sekolah seperti guru dan karyawan.
3.      Selaku kepala sekolah, tugas dan tanggungjawab akan sangat menjadi beban yang begitu berat namun itulah tanggungjawab yang sesungguhnya dari seorang kepala sekolah yang konsisten terhadap tugasnya.

B.     Saran
Penulis berharap agar makalah ini setidaknya memberikan manfaat yang besar terhadap pengembangan guru dan calon kepala sekolah agar nantinya makalah ini dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas sebagai kepala sekolah.







DAFTAR PUSTAKA
Dep. P dan K, Kurikulum, Usaha Perbaikan Dalam Bidang Pendidikan Dan Administrasi Pendidikan,tahun III pelita,1971/1972

Prajudi Atmosudirjo, Dr.sondang P, Filsafat Administrasi, Cetakan ke-2, Gunung Agung. jakarta,1971

Sutarto. Drs,Dasar-Dasaar Kepemimpinan Administrasi. Gajah Mada UNIVERSITAS Press, Yogyakarta 1986














DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Rumusan masalah
C.    Tujuan penulisan
BAB II
PEMBAHASAN
Tugas kepala sekolah selaku educator
1.      Mengajar di kelas
2.      Memberikan bimbingan kepada guru
3.      Memberikan bimbingan kepada karyawan
4.      Memberikan bimbingan kepada siswa
5.      Mengembangkan staf
6.      Mengikuti perkembangan iptek
7.      Member contoh bimbngan konseling atau karir
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
            Di dalam penyelenggaraan pendidikan agar senantiasa menjadi sebuah pendidikan yang humanism dan professional maka perlu sebuah alat yang mampu mendobrak motifasi dan keinginan agar senantiasa tercipta seorang guru yang berkualitas dan kompetensi di bidang pengejaran. Salah satu harapan yang menjadi pendobrak tersebut adalah bagaimana seorang kepala sekolah mampu menerapkan metode-metodenya di dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya di dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
            Penyelenggaraan tersebut menjadi sebuah tanggungjawab yang besar terhadap individu yaitu kepala sekolah yang salah satu tugas dan peranannya adalah selaku educator di dalam proses pendidikan. Di dalam makalah ini akan dijelaskan tentang berbagai macam tugas kepala sekolah selaku educator yaitu seorang pendidik yang tentunya bukan hanya siswa yang di didik akan tetapi juga keseluruhan objek yang berada di lingkungan sekolah.

B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini yaitu seperti apakah tugas kepala sekolah selaku educator?

C.    Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui tugas peranan kepala sekolah selaku educator.
KATA PENGANTAR
           
            Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat allah swt. Karna atas limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga manusia di muka bumi ini masih di berikan kesempatan untuk berbuat kebajikan di dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Salawat pula senantiasa tercurah kepada baginda Muhammad saw seorang nabi, rasul, sekaligus pemimpin ummat islam yang kepemimpinannya bukan hanya diakui oleh ummat islam akan tetapi di akui oleh seluruh ummat non islam yang telah membawa kita dari jalan kesesatan menuju jalan kebenaran.
            Ucapan terima ksih kepada seluruh mahasiswa STAI Al-Gazali Bone yang turut membantu penulis untuk menyusun makalah ini terlebih lagi terkhusus kepada dosen pembimbing yang senantiasa melatih dan membimbing kami untuk menjadikan kami seorang mahasiswa yang insyaallah berguna bagi nusa dan bangsa.
            Ucapan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pembaca makalah ini apabila ada kesalahan di dalam penulisan makalah ini, penulis mengharapakan agar kiranya memberikan kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca terutama lagi bagi penulis sendiri.
Watampone, 02 November 2010
Penulis





TUGAS KEPALA SEKOLAH SELAKU EDUKATOR
MAKALAH





Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Administrasi Pendidikan
Pada Jurusan Tarbiyah (PGRA)
Oleh
KELOMPOK I
NUR ALAM            : 09.31.020
A.ASRIANI             : 09.31. 018
BERLIAN                : 09.31.024


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
(STAI) AL-GAZALI BONE
TAHUN AKADEMIK  2010


Makalah EFEKTIFITAS HUKUM DAN WUJUD HUKUM

4:23:00 PM 0
Makalah EFEKTIFITAS HUKUM DAN  WUJUD HUKUM


BAB I
PENDHULUAN

A.      Latar Belakang
Dalam ilmu sosial antara lain dalam sosiologi hukum, masalah kepatuhan atau ketaatan hukum atau kepatuahan terhadap kaidah-kaidah hukum pada umumnya telah menjadi faktor yang pokok dalam menakar efektif tidaknya sesuatu yang ditetapkan dalam hal ini hukum (Soerjono Soekanto, . Dalam tulisan yang lain Soerjono Soekanto mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan efektivitas hukum adalah segala upaya yang dilakukan agar hukum yang ada dalam masyarakat benar-benar hidup dalam masysrakat, artinya hukum tersebut benar-benar berlaku secara yuridis, sosialis dan filosofis
Keefektifan hukum adalah situasi dimana hukum yang berlaku dapat dilaksanakan, ditaati dan berdaya guna sebagai alat kontrol sosial atau sesuai tujuan dibuatnya hukum tersebut.
Hukum merupakan suatu sarana yang ditunjukan untuk mengubah prikelakuan warga masyarakat sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Di mana hukum-hukum tertentu yang telah dibentuk dan diterpkan, ternyata tidak efektif. Gejalah-gejalag semacam itu akan timbul apabila ada faktor-faktor tertentu yang menjadi halangan. Faktor tersebut dapat berasal dari pembentuk hukum, penegak hukum, para pencari keadaila, maupun golongan-golongan lain di dalam masyarakat. Faktor-faktor itulah yang harus diefektifkan karena merupakan suatu kelemahan yang terjadi kalau hanya tujuan-tujuan yang dirumuskan, tanpa mempertimbngkan sarana-sarana untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Disepakati bahwa manusia adalah makhluk sosial, adalah makluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. Dalam konteks hubungan dengan sesama perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dalam berhubungan secara harmonis dengan individu lain di sekitarnya. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan, mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau diluar masyarakat.
Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda, ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan, ada juga yang menyatakan kegunaan,ada yang kepastian hukum dan lain-lain. Akan tetapi dalam kaitan dalam masyarakat, tujuan hukum yang utama dapat di reduksi untuk ketertiban (order).  mengatakan ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum,kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok bagi adanya suatu masyarakat yang teratur, ketertiban sebagai tujuan utama hukum yang merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini, diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat.
B.      Rumusan Maslah
Bertitik tolak dari uraian pada latar belakang maka dapat dimunculkan permasalahan pokok sebagai berikut:
1.       Apa yang dimaksud dengan efektifitas hukum dan wujud hukum?
2.       Bagaimana Kenyataan Penegakan Hukum  saat ini dan bagaimana pandangan  para ahli hukum tentang penegakan hukum yang efektif?  
3.         Bagaimana efektitas dan ketidak efektifan Hukum serta wujud hukum itu?

Download makalah lengkap pada link dibawah ini :

Makalah LANDASAN FILOSOSIS PENDIDIKAN ISLAM

4:15:00 PM 0

Makalah LANDASAN FILOSOSIS PENDIDIKAN ISLAM



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah
Filsafat Pendidikan Islam pada umumnya menggabungkan dan mensingkronisasikan antara filsafat, pendidikan dan agama. Pemanduan antara agama dan filsafat termasuk salah satu obyek kajian yang menjadi tuntutan lingkungan islam terutama menurut para filsuf.[1] Penerapan filsafat di dalam pendidikan islam sangat perlu adanya sebuah landasan yang harus dimiliki oleh setiap orang yang berfilsafat sebab tentunya tanpa adanya landasan yang kokoh maka seseorang dapat menjadi buta disebabkan karna berfilsafat. Dalam kajian kajian filsafat sangat banyak tentunya menjadi permasalahan yang besar terkait tentang perwacanaan filsafat yang mengilustrasikan hal-hal yang sangat sulit untuk di terima oleh akal dan pikiran manusia.
Banyak orang yang berfilsafat dan beberapa di antaranya menjadi stress dan shok. Dikaitkan dengan pendidikan islam maka secara otomatis mencangkup pembahasan tentang permasalahan teologi atau ketuhanan. Dalam surah al-ikhlas dijelaskan konsep tauhid berdasarkan ayat al-quran akan melahirkan sifat tauhid, pola perilaku kompetensi, dan hasil karya dan cipta pada setiap nilai hidup tertentu.lebih lanjut akan dibahas tentang landasan filososis pendidikan agama islam yang kami coba rangkum dalam sebuah bentuk makalah.



B.     Rumusan masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalahnya yaitu:
1.      Apakah defenisi filsafat dan pendidikan islam?
2.      Apakah sumber dan landasan pendidikan islam?
C.    Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yakni sebagai berukut:
1.      Untuk mengetahui dan memahami defenisi filsafat dan pendidikan islam.
Memberikan polafikir pemahaman tentang sumber dan landasan pendidikan islam.


[1] Dr. Abdul Masqud Abdul Ghani Abdul Masqud, Agama dan Filsafat. (Cet.I, Yogyakarta:Pustaka Pelajar Offset. April,2000) h.1



Download makalah lengkap dibawah ini :


Makalah KARAKTERISTIK PENDIDIKAN ISLAM Lengkap

4:05:00 PM 0

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah
Agama memberikan penjelasan bahwa manusia adalah mahluk yang memilki potensi untuk berahlak baik (takwa) atau buruk (fujur) potensi fujur akan senantiasa eksis dalam diri manusia karena terkait dengan aspek instink, naluriah, atau hawa nafsu, seperti naluri makan/minum, seks, berkuasa dan rasa aman. Apabila potentsi takwa seseorang lemah, karena tidak terkembangkan (melalui pendidikan), maka prilaku manusia dalam hidupnya tidak akan berbeda dengan hewan karena didominasi oleh potensi fujurnya yang bersifat instinktif atau implusif (seperti berjinah, membunuh, mencuri, minum-minuman keras, atau menggunakan narkoba dan main judi).
Pendidikan islam mempunyai sejarah yang panjang. Dalam pengertian seluas –luasnya, pendidikan islam berkembang seiring dengan kemunculan itu seendiri. Dal;am konteks masyarakat arab, dimana islam lahir dan pertama kali berkembang , kedatangan islam lengkap dengan usaha-usaha pendidikan.
Pada masa awal perkembangan islam , tentu saja pendidikan formal yang sistematis belum terselenggara. Pendidikan yang berlangsung dapat dikatakan umumnya bersifat informal, dan inipun lebih berkaitan dengan uaya-upaya dakwah islamiah dan penanaman dasar-dasar kepercayaan dan ibadah islam . dalam kaitan itulah bisa di pahami kenapa proses pendidikan islam pertama kali berlangsung di rumah sahabat tertentu, yang paling terkenal adalah dar;al-arqam.
Suatu landasan demi peningkatan pola pikir ummat muslim Indonesia menjadikan ummat muslim yang tahu akan kebenaran yang sesungguhnya bahwa keberadaan . realita yang sering terjadi di tengah-tengah masyarakat bahwa teryata pendidikan islam masih perlu ditingkatkan agar terjadi sebuah evolusi dalam pembelajaran serta dapat tertanamnya nilai-nilai keislaman pada setiap muslim. Setiap peserta didik semestinya diharapkan mampu dalam mengaktualisasikan daripada tangkapan hasil pelejaran yang telah diterima, namun didalamnya seringkali terjadi ketimpangan yang justru tidak menimbulkan adanya motivasi dari peserta didik untuk mengaktualisasikan ajaran islam. Permasalahan kini bertumpu pada seorang pendidik yang harus kompetensi didalam menteransper  ilmunya kepada peserta didik dan mampu memberikan “full motivation” kepada peserta didiknya.
Untuk memahami inti tentang dasar penidikan islam yakni terlebih dahulu perlu diketahui secara bersama-sama bagaimanakah karakteristik pendidikan islam itu.
B.     Rumusan masalah
1.      Apakah defenisi dari pendidikan islam ?
2.      Apasajakah yang mencangkup tentang karakteristik pendidikan islam?

C.     Tujuan penulisan
Tujuan penulisan dalam makalah ini yakni :
1.      Memahami defenisi pendidkan islam
Mengetahui beberapa hal yang mencangkup tentang poendidikan islam

Download Makalah lengkap dibawah ini

Makalah TUGAS KEPALA SEKOLAH SELAKU MANAJER

3:55:00 PM 0

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang 
Pendidikan nasional sedang mengalami berbagai perubahan yang cukup mendasar, terutama berkaitan dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Undang-Undang SISDIKNAS), manajemen, dan kurikulum, yang diikuti oleh perubahan-perubahan teknis lainnya. Perubahan-perubahan tersebut diharapkan dapat memecahkan berbagai permasalahan pendidikan, baik masalah-masalah konvensional maupun masalah-masalah yang muncul bersamaan dengan hadirnya ide-ide baru (masalah inovatif). Di samping itu, melalui perubahan tersebut diharapkan terciptanya iklim yang kondusif bagi peningkatan kualitas pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia (PSDM), untuk mempersiapkan bangsa Indonesia memasuki era kesejagatan dalam kesemrawutan    global. 
Perubahan-perubahan di atas, menurut berbagai tugas yang harus dikerjakan oleh para tenaga kependidikan sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing, mulai dari level makro sampai pada level mikro, yakni tenaga kependidikan di sekolah. Di sekolah terdapat dua boss yang paling berperan dan sangat menentukan kualitas pendidikan; yakni kepala sekolah dan guru. Dalam perspektif globalisasi, otonomi daerah, dan desentralisasi pendidikan serta untuk menyukseskan manajemen berbasis sekolah dan kurikulum berbasis kompetensi, kepala sekolah merupakan figur sentral yang harus menjadi teladan bagi para tenaga kependidikan lain di sekolah. Oleh karena itu, untuk menunjang keberhasilan dalam perubahan-perubahan yang dilakukan dan diharapkan, perlu dipersiapkan kepala sekolah profesional, yang mau dan mampu melakukan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi terhadap berbagai kebijakan dan perubahan yang dilakukan secara efektif dan efisien

B. Rumusan  Masalah
Rumusan masalah makalah ini yaitu bagaimanakah kepala sekolah melaksanakan tugas selaku manager?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui tugas kepala sekolah selaku manager.


Download makalah pada link dibawah :

Mengatur Format Teks #2 di Microsoft Office Word

2:30:00 PM 0
Mengatur Format Teks #2 di Microsoft Office Word


Maaf Mas bro dan Mba bro baru ada waktu lagi untuk posting, harap dimaklumi terlalu banyak kesibukan....

Ok untuk artikel kali ini masih lanjutan tentang mengatur format teks pada Microsof Office Word, dimana pada pembahasan sebelumnya saya menguraikan tentang group font dan pada kali ini saya menguraikan group Paragraf diantaranya pengaturan tentang Numbering, Bullet, dll

Bentuk sederhana dari artikel ini sekiranya dapat memberikan manfaat dan dipergunakan untuk kepentingan orang banyak., maksud dari penulis hanya ingin berbagi.

Pada gambar dibawah ini saya akan memperlihatkan fungsi yang ada pada group Paragraf 


Pada gambar diatas saya akan menjelaskan satu persatu beserta dengan cara menggunakannya :
  1. Bullets, fungsi ini digunakan untuk menampilkan karakter khusus dalam lembar kerja Anda, dimana karakter atau simbol yang ditampilkan akan berlaku secara otomatis, cara menggunakannya yaitu hanya memilih fungsi Bullets atau memblok/menghitamkan tulisan yang akan diberikan bullets.
  2. Numbering, berguna dalam memberikan penomoran/huruf otomatis pada lembar kerja Anda, cara menggunakan sama dengan penggunaan fungsi bullets.
  3. Multilevel List,  berfungsi dalam memberikan karakter bertingkat baik dalam bentuk Numbering ataupun Bullets/Simbol.
  4. Decrease Indent, ini gunakan apabila Anda ingin menggeres Paragraf atau tulisan kearah kiri, untuk menggunakan hanya blok/hitamkan paragraf dan pilih fungsi Decrase Indent.
  5. Increase Indent, fungsi ini hampir sama dengan nomer 4 bedanya ialah Decrease Indent digunakan untuk menggeser paragraf atau kalimat kearah kiri sedangkan Increase Indent kearah kanan.
  6. Sort, berfungsi untuk menyortir data atau mengurut data berdasarkan abjad.
  7. Show/Hide, digunakan untuk memunculkan karakter tersembunyi berupah simbol.
  8. Align Text Left, berguna untuk mengatur perataan paragraf berada pada posisi kiri. cara mengggunakan hanya mengaktifkan fungsi Align Text Left atau menekan Ctrl + L di keyboard.
  9. Center, digunakan untuk memberikan perataan tengah pada paragraf., cara menggunakan dengan mangaktifkan fungsi center atau meneken Ctrl + E pada kayboard.
  10. Align Text Right, digunakan untuk memberikan perataan kanan pada paragraf, cara menggunakannya yaitu mengaktifkan fungsi Align Text Right atau menekan tombol Ctrl + R pada keyboard.
  11. Line Spacing, digunakan dalam memberikan jarak spasi pada paragraf, seperti spasi 1, 1.5, 2.0 dan lainnya, cara menggunakan blog kalimat atau paragraf dan klik fungsi line spacing dan tentukan jarak spasi mana yang Anda inginkan.
  12. Shading, berfungsi dalam memberikan warna latar pada tulisan atau paragraf.
Itulah beberapa fungsi yang ada pada group Paragraf dan dilain waktu saya akan melanjutkan kembali
Tq


Mengatur Format Teks #1 di Microsoft Office Word

5:57:00 PM 0
Info Penggunaan Fungsi Dasar MS Word Pada Tabs Home seperti memberikan efek tebal pada tulisan, memberikan efek warna pada tulisan, dll


Diawal tahun 2016 sya sempatkan menulis artikel ini ya moga aja dapat membantu teman-teman yang jauh disana, dari Sabang sampai maraoke, walapun sebenarnya telat positingnya tapi tak apalah daripada tidak sama sekali, berbagi ilmu aja bagi yang belum tau atau mengingatkan seseorang ya mungkin pikirannya sudah rada-rada lupa...

Baiklah pada artikel kali ini saya akan menguraikan tentang bagaimana mengatur format teks seperti seperti font size, font color, bold, italic, underline, dll. 

Bentuk dari tulisan artikel ini sangat sederhana akan tetapi semoga dapat membantu, Microsoft Office yang saya gunakan dalam artikel ini yaitu MS. Office 2007 tapi sebenarnya fungsi dasar yang ada pada versi setelahnya seperti MS Office 2010, MS Office 2013 tetap sama ko dengan penggunaan fungsinya.

Pada gambar dibawah ini saya akan menguraikan Fungsi masing-masing Icon yang di group font

Penjelasan pada masing-masing fungsi diatas yaitu :

  1. Font berfungsi untuk mengubah jenis tulisan, untuk melakukan fungsi ini blok teks terlebih dahulu kemudian pilih font.
  2. Font size berfungsi untuk mengubah ukuran huruf, blok teks terlebih dahulu dan pilih font size selanjutnya tentukan ukuran huruf yang anda inginkan.
  3. Bold berfungsi memberikan efek tebal atau memberikan karakter tebal pada huruf/teks, blok teks terlebih dahulu dan pilih bold atau bisa dengan menggunakan tombol Ctrl + B yang ada di keyboard.
  4. Italic berfungsi memberikan efek miring pada tulisan atau karakter miring pada huruf/tulisan, blok tulisan terlebih dahulu dan pilih italic atau menggunakan tombol Ctrl + I yang ada di keyboard.
  5. Underline berfungsi untuk memberikan efek garis bawah pada tulisan, blok teks lebih dahulu pilih underline atau tekan tombol Ctrl + U di Keyboard.
  6. Stightrought berfungsi memberikan efek coret dengan garis tunggal pada tulisan
  7. Subscript berfungsi untuk memberikan lebih kecil da lebih ke bawah contohnya O2, dengan keyboard tombol Ctrl + (+)
  8. Superscript berfungsi memberikan teks ditampilkan lebih kecil dan lebih keatas Odengan keyboard tombol Ctrl + (=)
  9. Change Case berfungsi mengubah Case huruf (tulisan besar menjadi kecil ataupun sebaliknya) Seperti word, WORD, Word degan keyboard tombol Shift + F3
  10. Highlight color untuk mengubah warna latar pada tulisan atau menambilkan warna latar
  11. Font Color berfungsi untuk mengubah warna pada tulisan, blok teks/tulisan terlebih dahulu selanjutny pilih warna sesuai dengn keinginan Anda.
  12. Clear Formatting berfungsi untuk menghilangkan segala bentuk perubahan pada tulisan atau teks.
  13. Grow font berfungsi untuk menigkatkan ukuran huruf atau tulisan, bisa menggunakan keyboard dengan tombol Ctrl + [
  14. Shink font berfungsi utuk menurunkan ukuran huruf, bisa menggunakan keyboard denga tombol Ctrl + ]
Itulah beberapa fungsi yang ada pada Microsoft Office Word.
Moga berguna. kritik dan saran tulis di kolom komentar aja
Tq