Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts

Makalah Perspektif Psikologi Terhadap Permasalahan Remaja Dalam Bidang Pendidikan

4:33:00 AM 0

BAB I
PENDAHULUAN.

A.    Latar Belakang Masalah
Selama rentang kehidupan manusia, telah terjadi banyak pertumbuhan dan perkembangan dari mulai lahir sampai dengan meninggal dunia. Dari semua fase perkembangan manusia tersebut, salah satu yang paling penting dan paling menjadi pusat perhatian adalah masa remaja. Para orang tua, pendidik dan para tenaga profesional lainnya mencoba untuk menerangkan dan melakukan pendekatan yang efektif untuk menangani para remaja ini.
Lalu ada apakah di masa remaja ini? Seberapa besarkah pentingnya untuk menangani masa remaja dan seberapa besar pengaruhnya untuk kehidupan dimasa depan individu tersebut? Masa remaja yang dimaksudkan merupakan periode transisi antara masa anakanak dan masa dewasa. Batasan usianya tidak ditentukan dengan jelas, sehingga banyak ahli yang berbeda dalam penentuan rentang usianya. Namun, secara umum dapat dikatakan bahwa masa remaja berawal dari usia 12 sampai dengan akhir usia belasan ketika pertumbuhan fisik hampir lengkap. Salah satu pakar psikologi perkembangan Elizabeth B. Hurlock (1980) menyatakan bahwa masa remaja ini dimulai pada saat anak mulai matang secara seksual dan berakhir pada saat ia mencapai usia dewasa secara hukum.
Masa remaja terbagi menjadi dua yaitu masa remaja awal dan masa remaja akhir. Masa remaja awal dimulai pada saat anak-anak mulai matang secara seksual yaitu pada usia 13 sampai dengan 17 tahun, sedangkan masa remaja akhir meliputi periode setelahnya sampai dengan 18 tahun, yaitu usia dimana seseorang dinyatakan dewasa secara hukum. Banyaknya permasalahan dan krisis yang terjadi pada masa remaja ini menjadikan banyak ahli dalam bidang psikologi perkembangan menyebutnya sebagai masa krisis.
Pada masa ini perubahan terjadi sangat drastis dan mengakibatkan terjadinya kondisi yang serba tanggung dan diwarnai oleh kondisi psikis yang belum mantap, selain dari pada itu periode ini pun dinilai sangat penting bahkan Erik Erikson (1998) menyatakan bahwa seluruh masa depan individu sangat tergantung pada penyelesaian krisis pada masa ini.

B.     Rumusan masalah
1.      Bagaimanakah karakteristik remaja?
2.      Apasajakah tugas perkembangan remaja?
3.      Bagaimanakah proses yang terjadi pada masa perkembangan remaja?

C.    Tujuan penulisan
1.      Memahami karakteristik remaja
2.      Mengetahi tugas perkembangan remaja
3.   Memahami segala bentuk yang terjadi pada masa perkembangan remaja

DOWNLOAD FILE LENGKAP DIBAWAH INI



Makalah Perkembangan Sosial Anak

4:29:00 AM 0

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Perkembangan yang terjadi pada anak meliputi segala aspek kehidupan yang mereka jalani baik bersifat fisik maupun non fisik. Perkembanmgan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman.
Kesepakatan para ahli menyatakan bahwa :
yang dimaksud dengan perkembangan itu adalah suatu proses perubahan pada seseorang kearah yang lebih maju dan lebih dewasa, naqmun mereka berbeda-beda pendapat tentang bagaimana proses perubahan itu terjadi dalam bentuknya yang hakiki. (Ani Cahyadi, Mubin, 2006 : 21-22).
Beberapa teori perkembangan manusia telah mengungkapkan bahwa manusia telah tumbuh dan berkembang dari masa bayi kemasa dewasa melalui beberapa langkah jenjang. Kehidupan anak dalam menelusuri perkembangnya itu pada dasarnya merupakan kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan. Pada proses integrasi dan interaksi ini faktor intelektual dan emosional mengambil peranan penting. Proses tersbut merupakan proses sosialisai yang mendudukkan anak-anak sebagai insan yang yang secara aktif melakukan proses sosialisasi

B.     Rumusan Masalah
Sehubungan dengan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah di dalam makalah ini adalah :
1.      Apa makna perkembangan sosial anak ?
2.      Bagaimana bentuk – bentuk tingkah laku sosial pada anak ?
3.      Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan sosial anak ?
4.      Bagaimana pengaruh perkembangan sosial anak terhadap tingkah laku anak ?

C.    Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui makna perkembangan sosial anak ; mengetahui bentuk-bentuk perkembangan sosial anak ; mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak dan pengaruh perkembangan sosial anak terhadap tingkah laku anak.

D.    Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Pertama: Pendahuluan, meliputi latar belakang masalah, rumusan masala dan sistimatika uraian. Kedua: Isi atau bagian teori dan hasil meliputi ; makna perkembangan sosial anak, bentuk-bentuk perkembangan sosial anak ; faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak dan pengaruh perkembangan sosial terhadap tingkah laku anak.

DOWNLOAD FILE LENGKAP DI BAWAH INI

Makalah Tugas Kepala Sekolah Selaku Administrator

4:23:00 AM 0

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dengan ditetapkannya otonomi daerah melalui ketetapan MPR No. XV/MPR/1998, diiringi dengan lahirnya UU Nomor 25 tahun 2000 tentang pembagian kewenangan antara pusat dan daerah banyak membawa kemajuan inovatif di bidang pengelolaan pendidikan. Konsep dan prinsip otonomi pendidikan adalah memberikan ruang kreatifitas dan inovasi yang proporsional sebagai upaya memberdayakan pendidikan. Sedangkan pemerintah bertindak sebagai pelayan kebutuhan sekolah, bukan sebagai pihak yang mengintimidasi sekolah. Kemudian lembaga sekolah sebagai pelayan belajar dan pelaksana pembelajaran. Otonomi pendidikan juga mengatur standar kualitas oleh pemerintah yang dipersyaratkan dan melakukan akreditasi untuk mengukur kualitas semua jenis dan jenjang pendidikan. Jika bangsa Indonesia ingin berkiprah dalam percaturan global, menurut Mulyana (2003: 4) langkah pertama yang dilakukan adalah menata SDM (Sumber Daya Manusia), dari segi aspek intelektualitas, emosional, spiritual, kreativitas, moral, maupun pertanggung jawabannya. Dalam tata dunia yang telah disebutkan di atas, maka peran dunia pendidikan dianggap terpenting sebab dengan pendidikanlah keberadaan ilmu pengetahuan itu bisa dikuasai.
Kepala sekolah mempunyai peran sebagai administrator dan supervisor pada dasarnya memberikan layanan profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kinerja guru. Kondisi pelaksanaan pembinaan oleh kepala sekolah yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mengawasi pelaksanaan administrasi sekolah, tugas rutin guru-guru, ketertiban, disiplin dan keberhasilan sekolah. Kegiatan pembinaan kepala sekolah seperti di atas tentunya akan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja guru. Keberhasilan sekolah tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab serta peranan kepala sekolah. Dalam meningkatkan kinerja guru, peranan kepala sekolah sangat besar, bukti bahwa peran tersebut sangat besar adalah dimana ketidakhadiran kepala sekolah menjadikan kegiatan belajar mengajar kurang terarah dan terkontrol. Jika berjalanpun maka kegiatan belajar mengajar asal berjalan saja, mengingat setiap guru yang akan menyampaikan materi pelajaran terlebih dahulu membuat program pengajaran harian untuk diteliti dan disahkan oleh kepala sekolah.

B. Rumusan Masalah
1. apakah defenisi administrasi?
2. apakahsaja tugas kepala sekolah selaku administrator?

C. Tujuan Penulisan
1. memahami arti administrasi.
2. mengetahui tugas kepala sekolah selaku administrator.

DOWNLOAD FILE LENGKAP DI BAWAH INI

Makalah Kepala Sekolah Selaku Motivator

4:13:00 AM 0

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Paradigma pendidikan yang memberikan kewenangan luas kepada sekolah dalam mengembangkan berbagai potensinya memerlukan peningkatan kemampuan kepala sekolah dalam berbagai aspek manajerialnya, agar dapat mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi yang diemban sekolahnya (Mulyasa, 2003: 24). Berdasarkan hal tersebut maka sekolah adalah lembaga bersifat kompleks dan unik. Bersifat kompleks karena sekolah merupakan organisasi yang didalamnya terdapat dimensi satu sama lain saling berkaitan dan menentukan. Sedangkan sifat yang unik menunjukkan sekolah sebagai organisasi memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lain. Ciri-ciri yang dimilikinya yaitu terjadinya proses belajar mengajar. Karena keunikannya maka sekolah sebagai organisasi memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi dan keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah. Kepala sekolah yang berhasil adalah mereka yang memahami keberadaan sekolah dan mampu melaksanakan peranannya sebagai seorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin sekolah tersebut.
Keberhasilan kepala sekolah menunjukkana bahwa kepala sekolah adalah seorang yang menentukan titik pusat dan irama suatu sekolah. Pepatah mengatakan “keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah”. Kepala sekolah dilukiskan sebagai orang yang memiliki harapan tinggi bagi para staf dan siswanya. Kepala sekolah adalah mereka yang banyak mengetahui tugastugas mereka dan mereka yang menentukan irama bagi sekolah mereka (James dkk,1985: 1).
Berdasarkan hal tersebut diatas, menunjukkan betapa penting peranan kepala sekolah dalam menggerakkan sekolah untuk mencapai tujuan. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam peranan kepala sekolah, yaitu: (a) kepala sekolah berperan sebagai kekuatan social yang menjadi kekuatan penggerak kehidupan sekolah dan (b) Kepala sekolah harus memahami tugas dan fungsi mereka (guru) demi keberhasilan sekolah serta memiliki kepedulian kepada staf dan siswanya. Di sisi lain, kepala sekolah juga sebagai pejbat formal, manager, pemimpin, pendidik dan seorang kepala sekolah juga berperan sebagai satf. Dalam rangka menerapkan kualitas sekolah dan sekaligus dalam manajemen peningkatan mutu pembelajaran. Mutu dalam hal ini berkaitan dengan pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan saran dan prasarana pendidikan. Namun demikian berbagai indikasi latar peningkatan mutu pembelajaran belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Kenyataan yang ada di lapangan terutama di kota-kota sebagian menunjukkan peningkatan mutu pembelajaran di Sekolah Dasar yang cukup menggembirakan, namun sebagian besar lainnya masih memprihatinkan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1990 khususnya Pasal 3, ada dua fungsi Sekolah Dasar. Pertama melalui Seklah Dasar anak didik dibekali kemampuan dasar. Kedua Sekolah Dasar merupakan satuan pendidik yang memberikan dasardasar untuk mengikuti pendidikan pada jenjang berikutnya (Bafadal, 2006: 5). Memperhatikan peranan yang demikian besar maka Sekolah Dasar harus dipersiapkan sebaik-baiknya, baik secara sosial institusional maupun fungsional akademik, baik secara proses maupun keluaran. Secara social institusional berarti sekolah harus dipersiapkan agar berfungsi sebagai tempat terjadinya proses sosialisasi antar peserta didik yang akhirnya mengantar kearah kedewasaan secara mental ataupun sosial.
Sedangkan secara fungsional akademis berarti seluruh perangkat sekolah seperti tenaga, kurikulum dan perangkat pendidikan untuk mengembang visi dan misi. Berdasarkan latar belakang diatas, maka Makalah ini akan membahas tentang kepala sekolah selaku motivator.

B.     Rumusan masalah
Dari latar belakang di atas maka makalah ini akan dibahas inti dari pembahasan makalah ini sebagai mana dari judul makalah yang akan di bahas yakni tentang kepala sekolah selaku motivator.
Inti permasalahan yang akan dibahas pada pembahasan makalah ini yaitu bagaimanakah peran dan fungsi kepala sekolah selaku motivator?

C.    Tujuan penulisan
Tujuan penulisan ini yaitu memahami funsi kepala sekolah selaku motivator.
 DOWNLOAD FILE LENGKAP DI BAWAH INI

Makalah EFEKTIFITAS HUKUM DAN WUJUD HUKUM

4:23:00 PM 0
Makalah EFEKTIFITAS HUKUM DAN  WUJUD HUKUM


BAB I
PENDHULUAN

A.      Latar Belakang
Dalam ilmu sosial antara lain dalam sosiologi hukum, masalah kepatuhan atau ketaatan hukum atau kepatuahan terhadap kaidah-kaidah hukum pada umumnya telah menjadi faktor yang pokok dalam menakar efektif tidaknya sesuatu yang ditetapkan dalam hal ini hukum (Soerjono Soekanto, . Dalam tulisan yang lain Soerjono Soekanto mengungkapkan bahwa yang dimaksud dengan efektivitas hukum adalah segala upaya yang dilakukan agar hukum yang ada dalam masyarakat benar-benar hidup dalam masysrakat, artinya hukum tersebut benar-benar berlaku secara yuridis, sosialis dan filosofis
Keefektifan hukum adalah situasi dimana hukum yang berlaku dapat dilaksanakan, ditaati dan berdaya guna sebagai alat kontrol sosial atau sesuai tujuan dibuatnya hukum tersebut.
Hukum merupakan suatu sarana yang ditunjukan untuk mengubah prikelakuan warga masyarakat sesuai dengan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Di mana hukum-hukum tertentu yang telah dibentuk dan diterpkan, ternyata tidak efektif. Gejalah-gejalag semacam itu akan timbul apabila ada faktor-faktor tertentu yang menjadi halangan. Faktor tersebut dapat berasal dari pembentuk hukum, penegak hukum, para pencari keadaila, maupun golongan-golongan lain di dalam masyarakat. Faktor-faktor itulah yang harus diefektifkan karena merupakan suatu kelemahan yang terjadi kalau hanya tujuan-tujuan yang dirumuskan, tanpa mempertimbngkan sarana-sarana untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
Disepakati bahwa manusia adalah makhluk sosial, adalah makluk yang selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan dengan sesamanya. Dalam konteks hubungan dengan sesama perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dalam berhubungan secara harmonis dengan individu lain di sekitarnya. Untuk terciptanya keteraturan tersebut diperlukan aturan yang disebut oleh kita hukum. Hukum dalam masyarakat merupakan tuntutan, mengingat bahwa kita tidak mungkin menggambarkan hidupnya manusia tanpa atau diluar masyarakat.
Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda, ada yang menyatakan bahwa tujuan hukum adalah keadilan, ada juga yang menyatakan kegunaan,ada yang kepastian hukum dan lain-lain. Akan tetapi dalam kaitan dalam masyarakat, tujuan hukum yang utama dapat di reduksi untuk ketertiban (order).  mengatakan ketertiban adalah tujuan pokok dan pertama dari segala hukum,kebutuhan terhadap ketertiban ini merupakan syarat pokok bagi adanya suatu masyarakat yang teratur, ketertiban sebagai tujuan utama hukum yang merupakan fakta objektif yang berlaku bagi segala masyarakat manusia dalam segala bentuknya. Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat ini, diperlukan adanya kepastian dalam pergaulan antar manusia dalam masyarakat.
B.      Rumusan Maslah
Bertitik tolak dari uraian pada latar belakang maka dapat dimunculkan permasalahan pokok sebagai berikut:
1.       Apa yang dimaksud dengan efektifitas hukum dan wujud hukum?
2.       Bagaimana Kenyataan Penegakan Hukum  saat ini dan bagaimana pandangan  para ahli hukum tentang penegakan hukum yang efektif?  
3.         Bagaimana efektitas dan ketidak efektifan Hukum serta wujud hukum itu?

Download makalah lengkap pada link dibawah ini :

Makalah LANDASAN FILOSOSIS PENDIDIKAN ISLAM

4:15:00 PM 0

Makalah LANDASAN FILOSOSIS PENDIDIKAN ISLAM



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah
Filsafat Pendidikan Islam pada umumnya menggabungkan dan mensingkronisasikan antara filsafat, pendidikan dan agama. Pemanduan antara agama dan filsafat termasuk salah satu obyek kajian yang menjadi tuntutan lingkungan islam terutama menurut para filsuf.[1] Penerapan filsafat di dalam pendidikan islam sangat perlu adanya sebuah landasan yang harus dimiliki oleh setiap orang yang berfilsafat sebab tentunya tanpa adanya landasan yang kokoh maka seseorang dapat menjadi buta disebabkan karna berfilsafat. Dalam kajian kajian filsafat sangat banyak tentunya menjadi permasalahan yang besar terkait tentang perwacanaan filsafat yang mengilustrasikan hal-hal yang sangat sulit untuk di terima oleh akal dan pikiran manusia.
Banyak orang yang berfilsafat dan beberapa di antaranya menjadi stress dan shok. Dikaitkan dengan pendidikan islam maka secara otomatis mencangkup pembahasan tentang permasalahan teologi atau ketuhanan. Dalam surah al-ikhlas dijelaskan konsep tauhid berdasarkan ayat al-quran akan melahirkan sifat tauhid, pola perilaku kompetensi, dan hasil karya dan cipta pada setiap nilai hidup tertentu.lebih lanjut akan dibahas tentang landasan filososis pendidikan agama islam yang kami coba rangkum dalam sebuah bentuk makalah.



B.     Rumusan masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalahnya yaitu:
1.      Apakah defenisi filsafat dan pendidikan islam?
2.      Apakah sumber dan landasan pendidikan islam?
C.    Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yakni sebagai berukut:
1.      Untuk mengetahui dan memahami defenisi filsafat dan pendidikan islam.
Memberikan polafikir pemahaman tentang sumber dan landasan pendidikan islam.


[1] Dr. Abdul Masqud Abdul Ghani Abdul Masqud, Agama dan Filsafat. (Cet.I, Yogyakarta:Pustaka Pelajar Offset. April,2000) h.1



Download makalah lengkap dibawah ini :


Makalah KARAKTERISTIK PENDIDIKAN ISLAM Lengkap

4:05:00 PM 0

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah
Agama memberikan penjelasan bahwa manusia adalah mahluk yang memilki potensi untuk berahlak baik (takwa) atau buruk (fujur) potensi fujur akan senantiasa eksis dalam diri manusia karena terkait dengan aspek instink, naluriah, atau hawa nafsu, seperti naluri makan/minum, seks, berkuasa dan rasa aman. Apabila potentsi takwa seseorang lemah, karena tidak terkembangkan (melalui pendidikan), maka prilaku manusia dalam hidupnya tidak akan berbeda dengan hewan karena didominasi oleh potensi fujurnya yang bersifat instinktif atau implusif (seperti berjinah, membunuh, mencuri, minum-minuman keras, atau menggunakan narkoba dan main judi).
Pendidikan islam mempunyai sejarah yang panjang. Dalam pengertian seluas –luasnya, pendidikan islam berkembang seiring dengan kemunculan itu seendiri. Dal;am konteks masyarakat arab, dimana islam lahir dan pertama kali berkembang , kedatangan islam lengkap dengan usaha-usaha pendidikan.
Pada masa awal perkembangan islam , tentu saja pendidikan formal yang sistematis belum terselenggara. Pendidikan yang berlangsung dapat dikatakan umumnya bersifat informal, dan inipun lebih berkaitan dengan uaya-upaya dakwah islamiah dan penanaman dasar-dasar kepercayaan dan ibadah islam . dalam kaitan itulah bisa di pahami kenapa proses pendidikan islam pertama kali berlangsung di rumah sahabat tertentu, yang paling terkenal adalah dar;al-arqam.
Suatu landasan demi peningkatan pola pikir ummat muslim Indonesia menjadikan ummat muslim yang tahu akan kebenaran yang sesungguhnya bahwa keberadaan . realita yang sering terjadi di tengah-tengah masyarakat bahwa teryata pendidikan islam masih perlu ditingkatkan agar terjadi sebuah evolusi dalam pembelajaran serta dapat tertanamnya nilai-nilai keislaman pada setiap muslim. Setiap peserta didik semestinya diharapkan mampu dalam mengaktualisasikan daripada tangkapan hasil pelejaran yang telah diterima, namun didalamnya seringkali terjadi ketimpangan yang justru tidak menimbulkan adanya motivasi dari peserta didik untuk mengaktualisasikan ajaran islam. Permasalahan kini bertumpu pada seorang pendidik yang harus kompetensi didalam menteransper  ilmunya kepada peserta didik dan mampu memberikan “full motivation” kepada peserta didiknya.
Untuk memahami inti tentang dasar penidikan islam yakni terlebih dahulu perlu diketahui secara bersama-sama bagaimanakah karakteristik pendidikan islam itu.
B.     Rumusan masalah
1.      Apakah defenisi dari pendidikan islam ?
2.      Apasajakah yang mencangkup tentang karakteristik pendidikan islam?

C.     Tujuan penulisan
Tujuan penulisan dalam makalah ini yakni :
1.      Memahami defenisi pendidkan islam
Mengetahui beberapa hal yang mencangkup tentang poendidikan islam

Download Makalah lengkap dibawah ini

Makalah TUGAS KEPALA SEKOLAH SELAKU MANAJER

3:55:00 PM 0

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang 
Pendidikan nasional sedang mengalami berbagai perubahan yang cukup mendasar, terutama berkaitan dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Undang-Undang SISDIKNAS), manajemen, dan kurikulum, yang diikuti oleh perubahan-perubahan teknis lainnya. Perubahan-perubahan tersebut diharapkan dapat memecahkan berbagai permasalahan pendidikan, baik masalah-masalah konvensional maupun masalah-masalah yang muncul bersamaan dengan hadirnya ide-ide baru (masalah inovatif). Di samping itu, melalui perubahan tersebut diharapkan terciptanya iklim yang kondusif bagi peningkatan kualitas pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia (PSDM), untuk mempersiapkan bangsa Indonesia memasuki era kesejagatan dalam kesemrawutan    global. 
Perubahan-perubahan di atas, menurut berbagai tugas yang harus dikerjakan oleh para tenaga kependidikan sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing, mulai dari level makro sampai pada level mikro, yakni tenaga kependidikan di sekolah. Di sekolah terdapat dua boss yang paling berperan dan sangat menentukan kualitas pendidikan; yakni kepala sekolah dan guru. Dalam perspektif globalisasi, otonomi daerah, dan desentralisasi pendidikan serta untuk menyukseskan manajemen berbasis sekolah dan kurikulum berbasis kompetensi, kepala sekolah merupakan figur sentral yang harus menjadi teladan bagi para tenaga kependidikan lain di sekolah. Oleh karena itu, untuk menunjang keberhasilan dalam perubahan-perubahan yang dilakukan dan diharapkan, perlu dipersiapkan kepala sekolah profesional, yang mau dan mampu melakukan perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi terhadap berbagai kebijakan dan perubahan yang dilakukan secara efektif dan efisien

B. Rumusan  Masalah
Rumusan masalah makalah ini yaitu bagaimanakah kepala sekolah melaksanakan tugas selaku manager?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui tugas kepala sekolah selaku manager.


Download makalah pada link dibawah :

Makalah Kepala Sekolah Selaku Supervisor

6:58:00 PM 0

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah.
Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan maupun program dalam jabatan. Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan kualified. Potensi sumber daya guru itu perlu terus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara potensial. Selain itu pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk terus-menerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mobilitas masyarakat.
Masyarakat mempercayai, mengakui dan menyerahkan kepada guru untuk mendidik tunas-tunas muda dan membantu  mengembangkan potensinya secara professional. Kepercayaan, keyakinan, dan penerimaan ini merupakan substansi dari pengakuan masyarakat terhadap profesi guru. Implikasi dari pengakuan tersebut mensyaratkan guru harus memiliki kualitas yang memadai. Tidak hanya pada tataran normatif saja namun mampu mengembangkan kompetensi yang dimiliki, baik kompetensi personal, professional, maupun kemasyarakatan dalam selubung aktualisasi kebijakan pendidikan. Hal tersebut lantaran guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran institusional dan eksperiensial, sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek “guru” dan tenaga kependidikan lainnya yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang professional.
Dalam makalah ini akan membahas tentang bagaimana peranan kepala sekolah selaku supervisor dalam menciptakan tenaga pengajar dan peserta didik berkualitas.

B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada pembahasan kali ini adalah :
1.      Apakah yang dimaksud dengan supervisor?
2.      Bagaimanakah tugas kepala sekolah selaku supervisor?

C.     Tujaun penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu:
1.      Untuk mengetahui defenisi supervisor.
2.      Memahami tugas kepala sekolah selaku supervisor.


Download Makalah pada link dibawah

Tugas, Peningaktan Usaha Minat Pelelangan

Tugas, Peningaktan Usaha Minat Pelelangan

10:28:00 PM 0
TOKO BUAH HATI
PENINGKATAN USAHA TERHADAP MINAT PELANGGAN

INTERVIEW :
1.         Apa uasaha  dalam meningkatkan minat pelanggang ?
2.         Apa-apa  saja dalam usaha  menarik minat pelanggang ?
3.         Bagaimana usaha dalam mempertahankan pelanggang ?
4.         Bagaimana mengembangkan usaha yang dijalankan ?
5.         Bagaiman cara mempertahan pelanggang ?
RESPON NARASUMBER :
1.         -  Memperbanyak produk yang ditawarkan
 - Tempat yang strategis
 - Ruangan yang  nyaman
2.   - Harga yang ditawarkan yang lain
      - Membarikan tambahan produk terhadap barang yang dijual
3.   - Mengutamakan pelayanan terhadap pelanggang
      - Membudayakan 3S ( Senyum, Sapa, Salam )
4.   - Jenis barang yang ditawarkan disbanding tempat yang lain
      - Jualan campuran lebih banyak yang minati

5.   - Tetap mempertahankan produk yang ditawarkan
      - Memunculkan inovasi baru
      - Ketersedian barang yang memadai
Dalam berbisnis, masalah penjualan sering menjadi fokus utama para pelaku usaha. Tanpa adanya strategi penjualan yang baik, maka bisa dipastikan omset yang diterima pelaku usaha pun juga ikut berkurang. Tidaklah heran bila banyak pelaku usaha yang sengaja melakukan berbagai strategi penjualan untuk meningkatkan pendapatan utama mereka setiap bulannya.
Sampai saat ini, masih banyak pelaku usaha yang sering mengalami kesulitan dalam menarik minat pelanggan. Sehingga sebagian besar bisnis mereka memiliki transaksi penjualan yang cenderung belum stabil, bahkan bisa dikatakan lebih sering minus (rugi) karena biaya operasionalnya lebih tinggi dari omset yang didapatkan.
Lalu, bagaimanakah caranya agar kita dapat menarik pelanggan? Pada dasarnya ada berbagai strategi pemasaran yang dapat kita coba, mari kita simak  tips pemasaran berikut ini :
•           Informasikan keuntungan-keuntungan yang akan diperoleh konsumen dari produk Anda. Informasi tersebut menjadi salah satu senjata bagi Anda untuk mendorong ketertarikan konsumen dengan penawaran yang disampaikan. Berikan bukti nyata kepada konsumen mengapa mereka perlu membeli produk Anda.
•           Publikasikan program-program promosi yang Anda lakukan.
Penawaran promosi seperti diskon potongan harga, buy 1 get 1 free (beli 1 gratis 1), atau pemberian hadiah khusus bagi para konsumen setia, merupakan ajang bagi para pelaku usaha untuk menjaring konsumen sebanyak-banyaknya. Karena itu jangan pernah lupa menginformasikan kegiatan promosi yang Anda laksanakan, kepada khalayak ramai.
•           Bagikan contoh produk gratis kepada konsumen. Dari sampel gratis yang diberikan, secara tidak langsung akan mendorong para konsumen untuk ingin mengetahui dan mengenal lebih jauh lagi tentang produk yang Anda tawarkan. Dan tidak menutup kemungkinan bila banyak konsumen yang akhirnya.
KOMUNIKASI YANG DIGUNAKAN :
Komunikasi yang digunakan dalam usaha ini yaitu Komunikasi verbal ( verbal communication ),Di karenakan pelanggang dengan pemilik /karyawan usaha tersebut keduanya saling interaksi langsung. Dimana kita ketahui komunikasi verbal itu seniri adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral). Komunikasi verbal menempati porsi besar. Karena kenyataannya, ide-ide, pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara verbal ketimbang non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maun pembaca ) bisa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan.
Adapun contohnya disini yaitu : . komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan dengan menggunakan media, contoh seseorang yang bercakap-cakap melalui telepon. Sedangkan komunikasi verbal melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak langsung antara komunikator dengan komunikan. Proses penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan berupa media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.