Showing posts with label MAKALAH. Show all posts
Showing posts with label MAKALAH. Show all posts

Makalah Perspektif Psikologi Terhadap Permasalahan Remaja Dalam Bidang Pendidikan

4:33:00 AM 0

BAB I
PENDAHULUAN.

A.    Latar Belakang Masalah
Selama rentang kehidupan manusia, telah terjadi banyak pertumbuhan dan perkembangan dari mulai lahir sampai dengan meninggal dunia. Dari semua fase perkembangan manusia tersebut, salah satu yang paling penting dan paling menjadi pusat perhatian adalah masa remaja. Para orang tua, pendidik dan para tenaga profesional lainnya mencoba untuk menerangkan dan melakukan pendekatan yang efektif untuk menangani para remaja ini.
Lalu ada apakah di masa remaja ini? Seberapa besarkah pentingnya untuk menangani masa remaja dan seberapa besar pengaruhnya untuk kehidupan dimasa depan individu tersebut? Masa remaja yang dimaksudkan merupakan periode transisi antara masa anakanak dan masa dewasa. Batasan usianya tidak ditentukan dengan jelas, sehingga banyak ahli yang berbeda dalam penentuan rentang usianya. Namun, secara umum dapat dikatakan bahwa masa remaja berawal dari usia 12 sampai dengan akhir usia belasan ketika pertumbuhan fisik hampir lengkap. Salah satu pakar psikologi perkembangan Elizabeth B. Hurlock (1980) menyatakan bahwa masa remaja ini dimulai pada saat anak mulai matang secara seksual dan berakhir pada saat ia mencapai usia dewasa secara hukum.
Masa remaja terbagi menjadi dua yaitu masa remaja awal dan masa remaja akhir. Masa remaja awal dimulai pada saat anak-anak mulai matang secara seksual yaitu pada usia 13 sampai dengan 17 tahun, sedangkan masa remaja akhir meliputi periode setelahnya sampai dengan 18 tahun, yaitu usia dimana seseorang dinyatakan dewasa secara hukum. Banyaknya permasalahan dan krisis yang terjadi pada masa remaja ini menjadikan banyak ahli dalam bidang psikologi perkembangan menyebutnya sebagai masa krisis.
Pada masa ini perubahan terjadi sangat drastis dan mengakibatkan terjadinya kondisi yang serba tanggung dan diwarnai oleh kondisi psikis yang belum mantap, selain dari pada itu periode ini pun dinilai sangat penting bahkan Erik Erikson (1998) menyatakan bahwa seluruh masa depan individu sangat tergantung pada penyelesaian krisis pada masa ini.

B.     Rumusan masalah
1.      Bagaimanakah karakteristik remaja?
2.      Apasajakah tugas perkembangan remaja?
3.      Bagaimanakah proses yang terjadi pada masa perkembangan remaja?

C.    Tujuan penulisan
1.      Memahami karakteristik remaja
2.      Mengetahi tugas perkembangan remaja
3.   Memahami segala bentuk yang terjadi pada masa perkembangan remaja

DOWNLOAD FILE LENGKAP DIBAWAH INI



Makalah Perkembangan Sosial Anak

4:29:00 AM 0

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Perkembangan yang terjadi pada anak meliputi segala aspek kehidupan yang mereka jalani baik bersifat fisik maupun non fisik. Perkembanmgan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman.
Kesepakatan para ahli menyatakan bahwa :
yang dimaksud dengan perkembangan itu adalah suatu proses perubahan pada seseorang kearah yang lebih maju dan lebih dewasa, naqmun mereka berbeda-beda pendapat tentang bagaimana proses perubahan itu terjadi dalam bentuknya yang hakiki. (Ani Cahyadi, Mubin, 2006 : 21-22).
Beberapa teori perkembangan manusia telah mengungkapkan bahwa manusia telah tumbuh dan berkembang dari masa bayi kemasa dewasa melalui beberapa langkah jenjang. Kehidupan anak dalam menelusuri perkembangnya itu pada dasarnya merupakan kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan. Pada proses integrasi dan interaksi ini faktor intelektual dan emosional mengambil peranan penting. Proses tersbut merupakan proses sosialisai yang mendudukkan anak-anak sebagai insan yang yang secara aktif melakukan proses sosialisasi

B.     Rumusan Masalah
Sehubungan dengan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah di dalam makalah ini adalah :
1.      Apa makna perkembangan sosial anak ?
2.      Bagaimana bentuk – bentuk tingkah laku sosial pada anak ?
3.      Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan sosial anak ?
4.      Bagaimana pengaruh perkembangan sosial anak terhadap tingkah laku anak ?

C.    Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui makna perkembangan sosial anak ; mengetahui bentuk-bentuk perkembangan sosial anak ; mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak dan pengaruh perkembangan sosial anak terhadap tingkah laku anak.

D.    Sistematika Penulisan
Makalah ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Pertama: Pendahuluan, meliputi latar belakang masalah, rumusan masala dan sistimatika uraian. Kedua: Isi atau bagian teori dan hasil meliputi ; makna perkembangan sosial anak, bentuk-bentuk perkembangan sosial anak ; faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak dan pengaruh perkembangan sosial terhadap tingkah laku anak.

DOWNLOAD FILE LENGKAP DI BAWAH INI

Makalah Tugas Kepala Sekolah Selaku Administrator

4:23:00 AM 0

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dengan ditetapkannya otonomi daerah melalui ketetapan MPR No. XV/MPR/1998, diiringi dengan lahirnya UU Nomor 25 tahun 2000 tentang pembagian kewenangan antara pusat dan daerah banyak membawa kemajuan inovatif di bidang pengelolaan pendidikan. Konsep dan prinsip otonomi pendidikan adalah memberikan ruang kreatifitas dan inovasi yang proporsional sebagai upaya memberdayakan pendidikan. Sedangkan pemerintah bertindak sebagai pelayan kebutuhan sekolah, bukan sebagai pihak yang mengintimidasi sekolah. Kemudian lembaga sekolah sebagai pelayan belajar dan pelaksana pembelajaran. Otonomi pendidikan juga mengatur standar kualitas oleh pemerintah yang dipersyaratkan dan melakukan akreditasi untuk mengukur kualitas semua jenis dan jenjang pendidikan. Jika bangsa Indonesia ingin berkiprah dalam percaturan global, menurut Mulyana (2003: 4) langkah pertama yang dilakukan adalah menata SDM (Sumber Daya Manusia), dari segi aspek intelektualitas, emosional, spiritual, kreativitas, moral, maupun pertanggung jawabannya. Dalam tata dunia yang telah disebutkan di atas, maka peran dunia pendidikan dianggap terpenting sebab dengan pendidikanlah keberadaan ilmu pengetahuan itu bisa dikuasai.
Kepala sekolah mempunyai peran sebagai administrator dan supervisor pada dasarnya memberikan layanan profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kinerja guru. Kondisi pelaksanaan pembinaan oleh kepala sekolah yaitu kegiatan yang dilakukan untuk mengawasi pelaksanaan administrasi sekolah, tugas rutin guru-guru, ketertiban, disiplin dan keberhasilan sekolah. Kegiatan pembinaan kepala sekolah seperti di atas tentunya akan berpengaruh terhadap peningkatan kinerja guru. Keberhasilan sekolah tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab serta peranan kepala sekolah. Dalam meningkatkan kinerja guru, peranan kepala sekolah sangat besar, bukti bahwa peran tersebut sangat besar adalah dimana ketidakhadiran kepala sekolah menjadikan kegiatan belajar mengajar kurang terarah dan terkontrol. Jika berjalanpun maka kegiatan belajar mengajar asal berjalan saja, mengingat setiap guru yang akan menyampaikan materi pelajaran terlebih dahulu membuat program pengajaran harian untuk diteliti dan disahkan oleh kepala sekolah.

B. Rumusan Masalah
1. apakah defenisi administrasi?
2. apakahsaja tugas kepala sekolah selaku administrator?

C. Tujuan Penulisan
1. memahami arti administrasi.
2. mengetahui tugas kepala sekolah selaku administrator.

DOWNLOAD FILE LENGKAP DI BAWAH INI

Makalah Kepala Sekolah Selaku Motivator

4:13:00 AM 0

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Paradigma pendidikan yang memberikan kewenangan luas kepada sekolah dalam mengembangkan berbagai potensinya memerlukan peningkatan kemampuan kepala sekolah dalam berbagai aspek manajerialnya, agar dapat mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi yang diemban sekolahnya (Mulyasa, 2003: 24). Berdasarkan hal tersebut maka sekolah adalah lembaga bersifat kompleks dan unik. Bersifat kompleks karena sekolah merupakan organisasi yang didalamnya terdapat dimensi satu sama lain saling berkaitan dan menentukan. Sedangkan sifat yang unik menunjukkan sekolah sebagai organisasi memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lain. Ciri-ciri yang dimilikinya yaitu terjadinya proses belajar mengajar. Karena keunikannya maka sekolah sebagai organisasi memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi dan keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah. Kepala sekolah yang berhasil adalah mereka yang memahami keberadaan sekolah dan mampu melaksanakan peranannya sebagai seorang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin sekolah tersebut.
Keberhasilan kepala sekolah menunjukkana bahwa kepala sekolah adalah seorang yang menentukan titik pusat dan irama suatu sekolah. Pepatah mengatakan “keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah”. Kepala sekolah dilukiskan sebagai orang yang memiliki harapan tinggi bagi para staf dan siswanya. Kepala sekolah adalah mereka yang banyak mengetahui tugastugas mereka dan mereka yang menentukan irama bagi sekolah mereka (James dkk,1985: 1).
Berdasarkan hal tersebut diatas, menunjukkan betapa penting peranan kepala sekolah dalam menggerakkan sekolah untuk mencapai tujuan. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam peranan kepala sekolah, yaitu: (a) kepala sekolah berperan sebagai kekuatan social yang menjadi kekuatan penggerak kehidupan sekolah dan (b) Kepala sekolah harus memahami tugas dan fungsi mereka (guru) demi keberhasilan sekolah serta memiliki kepedulian kepada staf dan siswanya. Di sisi lain, kepala sekolah juga sebagai pejbat formal, manager, pemimpin, pendidik dan seorang kepala sekolah juga berperan sebagai satf. Dalam rangka menerapkan kualitas sekolah dan sekaligus dalam manajemen peningkatan mutu pembelajaran. Mutu dalam hal ini berkaitan dengan pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan saran dan prasarana pendidikan. Namun demikian berbagai indikasi latar peningkatan mutu pembelajaran belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Kenyataan yang ada di lapangan terutama di kota-kota sebagian menunjukkan peningkatan mutu pembelajaran di Sekolah Dasar yang cukup menggembirakan, namun sebagian besar lainnya masih memprihatinkan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1990 khususnya Pasal 3, ada dua fungsi Sekolah Dasar. Pertama melalui Seklah Dasar anak didik dibekali kemampuan dasar. Kedua Sekolah Dasar merupakan satuan pendidik yang memberikan dasardasar untuk mengikuti pendidikan pada jenjang berikutnya (Bafadal, 2006: 5). Memperhatikan peranan yang demikian besar maka Sekolah Dasar harus dipersiapkan sebaik-baiknya, baik secara sosial institusional maupun fungsional akademik, baik secara proses maupun keluaran. Secara social institusional berarti sekolah harus dipersiapkan agar berfungsi sebagai tempat terjadinya proses sosialisasi antar peserta didik yang akhirnya mengantar kearah kedewasaan secara mental ataupun sosial.
Sedangkan secara fungsional akademis berarti seluruh perangkat sekolah seperti tenaga, kurikulum dan perangkat pendidikan untuk mengembang visi dan misi. Berdasarkan latar belakang diatas, maka Makalah ini akan membahas tentang kepala sekolah selaku motivator.

B.     Rumusan masalah
Dari latar belakang di atas maka makalah ini akan dibahas inti dari pembahasan makalah ini sebagai mana dari judul makalah yang akan di bahas yakni tentang kepala sekolah selaku motivator.
Inti permasalahan yang akan dibahas pada pembahasan makalah ini yaitu bagaimanakah peran dan fungsi kepala sekolah selaku motivator?

C.    Tujuan penulisan
Tujuan penulisan ini yaitu memahami funsi kepala sekolah selaku motivator.
 DOWNLOAD FILE LENGKAP DI BAWAH INI

Makalah Kepala Sekolah Sebagai Edukator

5:00:00 AM 0


BAB II
PEMBAHASAN
Kepala Sekolah Sebagai Educator (Pendidik) 
Upaya-upaya yang dapat dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerjanya sebagai educator, khususnya dalam peningkatan kinerja tenaga kependidikan dan prestasi belajar peserta didik dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Pertama; mengikutsertakan guru-guru dalam penataran-penataran, untuk menambah wawasan para guru. Kepala sekolah juga harus memberikan kesempatan kepada guru-guru untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan belajar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Misalnya memberikan kesempatan bagi para guru yang belum mencapai jenjang sarjana untuk mengikuti kuliah di universitas terdekat dengan sekolah, yang pelaksanaannya tidak mengganggu kegiatan pembelajaran. Kepala sekolah harus berusaha untuk mencari bea peserta didik bagi para guru yang melanjutkan pendidikan, melalui kerjasama dengan masyarakat, dengan dunia usaha atau kerjasama lain yang tidak mengikat. 
Kedua; kepala sekolah harus berusaha menggerakkan tim evaluasi hasil belajar peserta didik untuk lebih giat bekerja, kemudian hasilnya diumumkan secara terbuka dan diperlihatkan di papan pengumuman. Hal yang bermanfaat untuk memotivasi para peserta didik agar lebih giat belajar dan meningkatkan prestasinya. 
Ketiga; menggunakan waktu belajar secara efektif di sekolah, dengan cara mendorong para guru untuk memulai dan mengakhiri pembelajaran sesaui waktu yang telah ditentukan, serta memanfaatkannya secara efektif dan efisien untuk kepentingan pembelajaran.
Kepala Sekolah sebagai pendidik mempunyai tugas 7 aspek penting yaitu  mengajar di kelas, membimbing guru, membimbing karyawan, membimbing siswa, mengembangkan staf, mengikuti perkembangan IPTEK, dan memberi contoh  Bimbingan Konsling / Karier yang baik.

1.      Mengajar  di Kelas.
      Di Sekolah Negri, Kepala Sekolah diwajibkan mengajar minimal 6 jam pelajaran per minggu di kelas.  Di YBHK,  mengingat Wakil Kepala Sekolah hanya satu atau dua saja maka Kepala Sekolah tidak diwajibkan mengajar minimal 6 jam di Kelas. Meski pun demikian, ada juga Kepala Sekolah di Lingkungan YBHK yang mengajar lebih dari 6 jam pelajaran per minggu.
       Walaupun Kepala Sekolah tidak diwajibkan mengajar,  hendaknya Kepala Sekolah menyadari bahwa  pada waktu-waktu tertentu ia perlu masuk ke kelas-kelas untuk berinteraksi dengan peserta didik agar mengetahui dengan jelas perkembangan situasi dan kondisi kelas per kelas di sekolahnya.  Kepala Sekolah tidak wajib mengajar tetapi, Wakil Kepala Sekolah wajib mengajar 10 jam per minggu.

2.      Memberikan Bimbingan Kepada Para Guru
     Tugas Kepala Sekolah di dalam membimbing para guru meliputi menyusun program pengajaran dan BK,  melaksanakan program pengajaran dan BK, mengevaluasi hasil belajar dan layanan BK, menganalisis hasil evaluasi belajar dan layanan BK, dan melaksanakan program pengayaan dan perbaikan.   

3.      Memberikan Bimbingan Kepada Karyawan
     Tugas Kepala Sekolah di dalam membimbing karyawan meliputi penyususnan program kerja dan pembagian tugas TU, pesuruh, satpam, UKS, tukang, dan laboran.  Para karyawan tersebut dipantau dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.  Melaui pemantauan tersebut mereka dievaluasi  dan dikendalikan kinerejanya secara periodik.

4.      Memberikan Bimbingan Kepada   Siswa
     Tugas Kepala Sekolah di dalam membimbing para siswa telah banyak diserap oleh guru bidang studi, guru BP,  wali kelas, dan pembina OSIS.  Tetapi tidak boleh lupa bahwa tugas membimbing para siswa itu adalah tanggungjawab Kepala Sekolah.  Pembinaan Kepala Sekolah yang lebih khusus terhadap siswa adalah memantau kegiatan ekstrakurikuler dan mengikuti  lomba di luar sekolah.

5.      Mengembangkan Staf
      Tugas Kepala Sekolah di dalam mengembangkan staf dapat dijalankan melalui  pendidikan dan pelatihan staf, pertemuan sejawat staf,  seminar, diskusi, lokakarya,  penyediaa bahan bacaan dan media elektronik.  Selain itu, pengembangan staf bisa juga melalui pengusulan kenaikan jabatan melalui seleksi menjadi Kepala TU, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Lokasi Satpam / Pesuruh, dan sebagainya.

6.      Mengikuti Perkembangan IPTEK
     Tugas Kepala Sekolah di dalam mengembangkan dirinya sendiri untuk mengikuti perkembangan IPTEK dapat dilakukan dengan ikuit pelatihan, MKKS, seminar, lolalarya, diskusi, media elekteronik, atau bahan bacaan lainnya..   Sesungguhnya,  bila staf lebih menguasai IPTEK dibandingkan  dengan Kepala Sekolah maka, wibawa Kepala Sekolah itu turun, atau lebih jelek lagi kalau Kasek itu dipermainkan oleh staf karena ketidaktahuannya tentang IPTEK.

7.      Memberi Contoh Bimbingan Konseling / Karier
     Tugas Kepala Sekolah di dalam memeri contoh Bimbingan Konsling / Karir  dapat dilakukan lewat program layanan BK langsung kepada siswa.  Selain itu,  bisa juga memberi bimbingan kepada siswa melalui  guru BP. Artinya, guru BP harus diberdayakan dengan memberikan saran, menggerakkan, memantau, dan memberikan reward and punishment atas apa yang dia kerjakan dalam  30 jam pelajaran per minggu. Guru BP harus mengetahui setiap siswa dalam kelas-kelas yang dipercayakan menjadi bimbingannya mengenai berapa hari siswa tertentu sudah tidak hadir sekolah, mencari tahu mengapa tidak hadir di sekolah. Siapa yang berpacaran dengan siapa, membuat analisa penjurusan dan gejala narkoba, merekap absensi siswa menjelang pengisian raport, dan sebagainya.
Dalam implementasi MBS, kepala sekolah merupakan “the key person” keberhasilan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Ia adalah orang yang diberi tanggung jawab untuk mengelola dan memberdayakan berbagai potensi masyarakat serta orang tua untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan sekolah. Oleh karena itu dalam implementasi MBS kepala sekolah harus memiliki visi, misi, dan wawasan yang luas tentang sekolah yang efektif serta kemampuan profesional dalam mewujudkannya melalui perencanaan, kepemimpinan, manjerial, dan supervisi pendidikan. Ia juga dituntut untuk menjalin kerjasama yang harmonis dengan berbagai pihak yang terkait dengan program pendidikan di sekolah. Singkatnya, dalam implementasi MBS kepala sekolah harus mampu berperan sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, leader, innovator, dan motivator pendidikan (EMASLIM)
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Akhirnya dari pembahasan di atas maka, penulis akan menyimpulkan, antara lain:
1.      Bahwa kepala sekolah selaku educator memiliki fungsi subtansi yaitu menciptakan siswa yang intelektual.
2.      Kepala sekolah selaku educator juga mendidik dari berbagai jenis kalangan utamanya yang berada di lingkungan sekolah seperti guru dan karyawan.
3.      Selaku kepala sekolah, tugas dan tanggungjawab akan sangat menjadi beban yang begitu berat namun itulah tanggungjawab yang sesungguhnya dari seorang kepala sekolah yang konsisten terhadap tugasnya.

B.     Saran
Penulis berharap agar makalah ini setidaknya memberikan manfaat yang besar terhadap pengembangan guru dan calon kepala sekolah agar nantinya makalah ini dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas sebagai kepala sekolah.







DAFTAR PUSTAKA
Dep. P dan K, Kurikulum, Usaha Perbaikan Dalam Bidang Pendidikan Dan Administrasi Pendidikan,tahun III pelita,1971/1972

Prajudi Atmosudirjo, Dr.sondang P, Filsafat Administrasi, Cetakan ke-2, Gunung Agung. jakarta,1971

Sutarto. Drs,Dasar-Dasaar Kepemimpinan Administrasi. Gajah Mada UNIVERSITAS Press, Yogyakarta 1986














DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Rumusan masalah
C.    Tujuan penulisan
BAB II
PEMBAHASAN
Tugas kepala sekolah selaku educator
1.      Mengajar di kelas
2.      Memberikan bimbingan kepada guru
3.      Memberikan bimbingan kepada karyawan
4.      Memberikan bimbingan kepada siswa
5.      Mengembangkan staf
6.      Mengikuti perkembangan iptek
7.      Member contoh bimbngan konseling atau karir
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
            Di dalam penyelenggaraan pendidikan agar senantiasa menjadi sebuah pendidikan yang humanism dan professional maka perlu sebuah alat yang mampu mendobrak motifasi dan keinginan agar senantiasa tercipta seorang guru yang berkualitas dan kompetensi di bidang pengejaran. Salah satu harapan yang menjadi pendobrak tersebut adalah bagaimana seorang kepala sekolah mampu menerapkan metode-metodenya di dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya di dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
            Penyelenggaraan tersebut menjadi sebuah tanggungjawab yang besar terhadap individu yaitu kepala sekolah yang salah satu tugas dan peranannya adalah selaku educator di dalam proses pendidikan. Di dalam makalah ini akan dijelaskan tentang berbagai macam tugas kepala sekolah selaku educator yaitu seorang pendidik yang tentunya bukan hanya siswa yang di didik akan tetapi juga keseluruhan objek yang berada di lingkungan sekolah.

B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini yaitu seperti apakah tugas kepala sekolah selaku educator?

C.    Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui tugas peranan kepala sekolah selaku educator.
KATA PENGANTAR
           
            Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat allah swt. Karna atas limpahan rahmat dan hidayahnya sehingga manusia di muka bumi ini masih di berikan kesempatan untuk berbuat kebajikan di dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Salawat pula senantiasa tercurah kepada baginda Muhammad saw seorang nabi, rasul, sekaligus pemimpin ummat islam yang kepemimpinannya bukan hanya diakui oleh ummat islam akan tetapi di akui oleh seluruh ummat non islam yang telah membawa kita dari jalan kesesatan menuju jalan kebenaran.
            Ucapan terima ksih kepada seluruh mahasiswa STAI Al-Gazali Bone yang turut membantu penulis untuk menyusun makalah ini terlebih lagi terkhusus kepada dosen pembimbing yang senantiasa melatih dan membimbing kami untuk menjadikan kami seorang mahasiswa yang insyaallah berguna bagi nusa dan bangsa.
            Ucapan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pembaca makalah ini apabila ada kesalahan di dalam penulisan makalah ini, penulis mengharapakan agar kiranya memberikan kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca terutama lagi bagi penulis sendiri.
Watampone, 02 November 2010
Penulis





TUGAS KEPALA SEKOLAH SELAKU EDUKATOR
MAKALAH





Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Administrasi Pendidikan
Pada Jurusan Tarbiyah (PGRA)
Oleh
KELOMPOK I
NUR ALAM            : 09.31.020
A.ASRIANI             : 09.31. 018
BERLIAN                : 09.31.024


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
(STAI) AL-GAZALI BONE
TAHUN AKADEMIK  2010